Sabtu, 13 Desember 2008

Gembongan yang selalu damai

Ada satu hal yang setiap saat selalu menjadi bahan pemikiran di hatiku, terkait dengan kondisidesa yang kuhadapi.bukan apa-apa, aku hanya berpikir mengapa desaku nampaknya statis, monoton saja?
Ketenangan desaku memang cukup membuat kehidupan warganya pada zona nyaman. Tidak ada warga desa yang secara mencolok sangat kekurangan. Mereka hidup pada tingkatan ekonomi rata-rata dan didukung oleh kebiasaan untuk saling membantu sehingga tidak nampak adanya warga yang mengalami kesulitan hidup.
Setiap warga yang mempunyai kelebihan harta selalu ikut memikirkan cara mengangkat kualitas kehdupan saudaranya. Hidup dalam kesetiakawanan adalah pola tersistem yang sudah mengakar sebagaimana adat istiadat yang menjadai dasar kehidupan nyata.
Kegotongroyongan adalah system kemasyarakatan yang sudah sejak dahulu menjadi pola kehidupan dan tidak mungkin terhapuskan atau tersapu oleh aliran kemajuan jaman yang mengglobal. Kehidupan di desa adalah akar pondasi bagi kehidupan masa depan.
Desa adalah masa depan yang paling hakiki. Kota hanyalah sebuah terminal dimana semua kendaraan, semua orang singgah, duduk, minum kopi dan selanjutnya pergi lagi. Tetapi,desa adalah sesungguhnya masa depan negeri ini. sebab yang dapat berkembang untuk menuju ke masa depan hanyalah desa. Kota sudah sampai pada titik kulminasinya!
Desaku Gembongan, telah sangat tua jika dibandingkan desa-desa lainnya. Tentunya lebih tua desaku daripada nenek, kakek, ayah dan ibu, apalagi aku! Dan, desaku dengan segala kelebihan dan kekurangannya telah memberikan harapan masa depan yang begitu besar bagi semuanya, termasuk negeri yang besar ini. Tanpa desa, maka kota tidak akan tumbuh berkembang. Tak ada pembangunan masa depan. Tak ada perkembangan mental spriritual warganya.
Negara sebenarnya sangat tergantung pada desa-desa yang terpencil, sebab disanalah sebenarnya nilai-nilai besar para leluhur tumbuh berkembang untuk menjaga eksistensi bangsanya. Dan, kota yang menjadi perusak utamanya!
Aku sungguh sangat bahagia hidup di desa. Rumahku ada di sebelah rumah keluarga besarku. Kubangun dalam enam tahun berturut-turut sebab aku harus menabung sedikit demi sedikit. Sedangkan aku bekerja di kota dan hal tersebut sungguh sangat menyenangkan. Hidup di desa, bekerja di kota.
Kota memang hanya bagus untuk dijadikan sebagai tempat mencari uang! Mengumpulkan banyak uang dari sudut-sudut kota dan selanjutnya membawa-nya pulang ke desa untuk membangun sudut-sudut desaku.
Desaku sungguh sangat indah dan nyaman!

2 komentar:

ivan aries mengatakan...

bangunlah desa anda dengan kemandirian energi, pangan, dan pendidikan....
masuklah di blog bioethanol

penulis mojokerto mengatakan...

terima kasih untuk rekan ivan aries, bagaimanapun kita memang harus membangun desa kita sebab desalah masa depan negeri besar ini!